BEHIND VINCENCIO : An Exclusive interview with the man behind vincencio

Vincencio pertama kali diperkenalkan ke khalayak luas sebagai produk Sandal. Moku dan Sumitto adalah dua produk pertama yang diperkenalkan ke khalayak umum. Orang-orang mungkin mengetahui nama, bentuk, dan warna dari sandal-sandal Vincencio. Namun mungkin belum ada yang tau bagaimana prosesnya hingga menjadi suatu produk yang memiliki kualitas unggul tersebut.

Beberapa waktu lalu di sore hari yang mendung, kami berbincang mengenai sandal Vincencio bersama founder sekaligus owner dari Brand Vincencio yaitu Shendy Tandawijaya. Kami berbincang banyak tentang bagaimana produk-produk sandal Vincencio bisa terwujud, tentang bagaimana proses product development, dan bagaimana awal mula dari munculnya nama “ Vincencio”.


Kenapa bernama Vincencio?


Berasal dari Bahasa Spanyol yang berarti Conqueror atau penakluk dengan filosofi bahwa sandal ini dapat menaklukkan segala rintangan. Penggunaan nama yang berasal dari bahasa Spanyol bukan semata-mata agar terdengar “keren”, namun untuk sebagian orang akan terdengar lebih kredibel bila menggunakan nama dari bahasa asing.


Kenapa Harus Sandal?


Kenapa sandal, bukan baju, jaket, atau helm? Pertama, pengetahuan dasar yang dimiliki memang berkiblat ke alas kaki dibanding baju dan lain-lain. Dengan dasar tersebut tentunya membuatnya lebih percaya diri dalam meluncurkan produk yang lebih dikuasai. Kedua, sandal merupakan alas kaki yang cukup populer di Indonesia sehingga dari segi bisnis tentu saja sudah ada marketnya. Namun ada kekosongan dimana sandal hanya identik dengan sandal jepit yang kurang unsur estetikanya. Melihat celah tersebut membuatnya berusaha untuk masuk dan memberi warna berbeda di Industri sandal Indonesia.


Sandal yang Seperti Apa?


Dari segi Style ada inspirasi dan referensi dari Japanese Style. Dalam proses perancangan juga Performa dan estetika merupakan tujuan utama. Namun dalam prosesnya ada tantangan yang memaksa harus memilih salah satu sehingga Shendy berusaha untuk menyeimbangkan antara estetika dan performa. Dari hal tersebut terpilih material yang paling ringan dan memiliki ketahanan yang bagus namun memiliki estetika yang bagus. Dengan begitu, vincencio berada di tengah-tengah tanpa mengorbankan estetika demi meraih fungsi yang baik.


Development Process

Sandal Vincencio

Dimulai dari prototype pertama. Dalam prototype pertama masih menggunakan material yang biasa seperti pada bagian webbing-stopper masih menggunakan webbing-stopper yang mudah tertekuk dan sobek. Dalam development sandal, orang-orang banyak mengira bahwa dalam membuat sandal itu lebih mudah daripada sepatu. Namun ternyata sebaliknya bahwa dalam membuat sandal banyak hal-hal yang lebih rumit daripada sepatu seperti contohnya pada bagian outsole yang harus dirakit secara manual seperti pada bagian pemotongan dan pengamplasan kembali. 

Sandal Vincencio

Dalam proses untuk menciptakan sebuah sandal yang memang berkualitas tentunya tidak mudah dan memerlukan waktu dan percobaan yang banyak. Tentunya banyak kegagalan yang dilewati sampai mendapatkan kualitas yang ingin dicapai. 


“Kenapa memutuskan memakai YKK, karena kita tidak sampai hati untuk mendevelop sebuah produk yang tidak maksimal.” - Shendy Tandawijaya


Dalam proses development melibatkan banyak orang-orang yang berperan dalam memberikan feedback dari segi model, material, sampai product testing. Pada saat product testing bahkan dipakai jalan dari daerah Bandung Selatan sampai ke Lembang (Bandung Utara). 

Ekspektasi


Harapan dari owner dengan adanya Vincencio adalah setidaknya VIncencio dapat mengobarkan semangat brand lokal bahwa kita sendiri pun bisa untuk berkarya yang bagus, tidak abal-abal sehingga ketika orang-orang memakai produk lokal pun merasa bangga. Kemudian harapan bagi Vincencio juga bisa menjadi game changer di Industri sandal. 

 Ada keinginan untuk memberi pandangan mengenai image sandal yang identik dengan sandal jepit. Harapannya pada suatu hari nanti ketika orang-orang berbicara tentang sandal, yang ada di benak orang banyak bukan hanya sandal jepit.


How to gain trust? Keunggulan apa yang dimiliki Vincencio?

 

Sandal Vincencio

Pertama tentu saja dari segi material. Setiap material yang digunakan pada sandal Vincencio merupakan material yang premium. Seperti pada Outsole, bahan yang digunakan adalah Rubber-Pylon dan Insole juga menggunakan bahan Pylon. Dengan begitu meskipun desain sandal dengan sol yang tebal tidak membuat sandal menjadi berat. Insole pun dibuat mengikuti lekuk kaki pada manusia dengan tujuan untuk memaksimalkan kenyamanan. Buckle yang digunakan menggunakan merk YKK original. Sampai pada detail velcro juga menggunakan bahan yang ternama sehingga apabila basah pun dapat tetap merekat.

Sandal Vincencio


Kemudian dalam segi pelayanan customer, Vincencio memberikan garansi seperti tukar barang apabila ukuran tidak sesuai. Kemudian Vincencio memberikan fasilitas berupa refund apabila ketika barang yang dibeli sampai ke tangan pembeli tidak sesuai ekspektasi. Terlihat bahwa memang cara meningkatkan kepercayaan customer terhadap brand dan produk lokal tentu tidak bisa main-main. Vincencio berusaha untuk all out dan memberikan yang terbaik agar produk lokal dapat menjadi lebih baik lagi di benak masyarakat Indonesia.


“Jangan malu-maluin local pride lah, kasian orang yang udah menggaungkan local pride” - Shendy Tandawijaya


Bagikan posting ini